a SAD Start
wahai sahabatku..
sunyi, sepi, ragu, gundah, bahagia semua campur aduk aku rasakan. aku bingung sekali kemana aku harus bercerita sampai akhirnya aku ciptakan kamu sedemikian rupa. mungkin orang lain akan mengira aku terlalu banyak berkhayal menjadikan blog sebagai teman curhat. tapi aku pikir hanya inilah tempat ternyaman untuk aku bisa mencurahkan semua isi hati aku. Dengan energi yang aku sebut keyakinan, mungkin hati ini akan terasa tenang nantinya setalah menuangkan semuanya disini. hanya lewat tulisan aku dapat mengenang hal apa saja yang dapat aku rasakan selama hidup aku.
tidak.. orang lain tidak perlu banyak tau ntang apa yang aku rasa. cukup mereka sebagai penonton saja yang siap bersorak atau bertepuk tangan.
Sahabat...
tepat ditanggal ini aku ingin bercerita, mungkin cerita sedihku yang aku rasakan. cepat atau lambat aku akan bercerita tentang seorang kekasih. tapi untuk malam ini aku hanya ingin bercerita bahwa aku sangat kecewa dengannya. aku tidak tau apa yang pernah ada dalam pikirannya. genap dua tahun sudah aku berpacaran. entah mungkin aku yang terlalu bodoh selama ini menghabiskan waktu dan tenagaku untuknya, menemaninya. namun malam ini dia membuatku bimbang untuk kesekian kalinya.
sahabat....
hari ini adalah hari libur kerjanya. entah ada apa dengan dirinya selalu tidak mau kerumah untuk berkunjung. kenapa harus aku terus yg berkunjung? dan kenapa aku mau? (i feel like stupid girl ever). bahkan dia pun tidak pernah memberitahukan kabar mengenai liburnya. dia selalu mengucap sayang namun tanpa bukti real bahwa dia akan selalu ada membuatku bahagia. ada kurang toleransi apa ya dari aku sebagai kekasihnya? tak cukupkah aku meluangkan waktu dan tenaga ku untuknya? tak cukup kah hatiku berkorban merelakan kesibukannya bahkan sometimes membantunya? hanya ingin satu hari saja dikunjunginya, ribuan alasan yg entah kenapa bisa aku terima.
sahabat...
hari ini dia mengabariku bahwa dia sedang sakit, dia lelah. karena hari liburnya dipakai untuk mengurus kebutuhannya. aku pahami itu. malam tiba aku menghubunginya kembali, ternyata dia sedang bersama temannya menjenguk bapak dari kerabat temannya itu. hatiku langsung hanyut, terbawa aliran air mata kesedihan. you know why?
entah sebegitu berartinya ya kawannya dibanding aku. sekalipun aku sakit, dia tak pernah menjenguk walaupun hari itu dia libur. aku tidak bermaksud pamrih. aku hanya bercermin. apa iya aku pernah tidak datang menjenguknya disaat dia sakit? jangankan jenguk, aku sampai merawatnya. bahkan sampai rela meninggalkan jam mengajar. kenapa yg jauh dia rela jenguk, sedangkan aku?????
BIG QUESTION terlontar dikepala aku tentang apa yg dia pikirkan. lalu, aku siapa menurutnya. kenapa begitu aku kecewa dia mudah sekali mengatakan sayang, merayu lembut. seakan membawaku terbang ke atas dan kemudian membuatku jatuh kembali ke dasar.
sahabat...
kamu tau apa yang aku rasakan disaat seperti ini? rasanya aku seperti ingin ,menyudahi semua. rasanya ingin sekali meminta kepada Tuhan agar cepat dipertemukan dengan seorang pria setia yg tidak akan pernah lagi membuatku kecewa. pria yg mau membawaku dan menuntunku ke surganya Allah tanpa harus melewati jalan dosa.
sahabat...
rasanya ingin sekali lepaskan semua...
aku ingin tenang..
aku ingin kepastian..
sebab hatiku ini bukan tempat bermain yg hanya diingat dikala bosan..
aku pun punya hati yg dapat merasakan lelah..
aku ingin didengar..
aku ingin punya seseorang yg nyata untuk bersandar..
aku mau itu..
Komentar
Posting Komentar